Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘batu’

Pantai yang satu ini lokasinya bersebelahan dengan Pantai Kuta yang terkenal di Bali itu. Karena tak sepopuler tetangganya, suasana di Pantai Seminyak inii lebih adem dan tenang. Pasirnya di pantainya yang landai itu juga lembut dan putih. Nyaman jika Anda ingin menikmati dengan bertelanjang kaki.

seminyak-ambularo

pagi di seminyak by ambularo

Jika pagi datang, suasana di pantai yang berlokasi Desa Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung di Bali, ini sungguh menakjubkan. Cahaya matahari yang bersinar cerah seolah membuat ombak yang datang ke bibir pantai ditaburi berlian yang berpendar-pendar. Latar belakang langit yang biru bersih itu pun membuat para pengunjung cukup puas menikmati pantai hanya dengan memndang langit yang dihiarsi gumpalan awan putih yang berarak itu

Sebagian menikmatinya dengan berjalan kaki di sepanjang garis pantai, ada yang berjemur, bermain volley pantai, berenang bahkan ada yang memancing dan menjaring ikan. Istimewanya tak hanya manusia yang menikmati suasana pagi di Pantai Seminyak itu. Sekawanan anjing pun sepertinya sudah akrab dengan suasana pantai tersebut.

Pagi itu paling tidak, saya berpapasan dengan beberapa jenis anjing, ada anjing lokal, dan beberapa jenis campuran dan ras. Ada dua jenis ras yang menarik perhatian. Ini karena mereka begitu senangnya berlarian mengejar ombak. Melihat mereka, seolah sayalah yang bermain dengan ombak itu.

Salah satu dari mereka adalah jenis beagle. Meski masih muda tampaknya, tubuhnya terlihat berotot (mungkin karena sering berlarian di pantai itu?), matanya cokelat, dan telinganya panjang. Satu lagi jenis dogo, tubuhnya juga berotot, warnanya putih ada juga yang kecokelatan, matanya tajam dan telinganya runcing kecil. Meski berbeda keluarga, mereka tampak akrab satu sama lain. Senyum seolah tak berkesudahan menyaksikan keakraban di antara mereka. Karena mereka jugalah, Pantai Seminyak selalu dalam daftar yang harus dikunjungi saat saya di Bali .

Read Full Post »

Pernah membayangkan menyentuh batu-batuan yang ada di dasar laut dan terbentuk ratusan tahun lalu? Tidak? Tapi ketika bebatuan itu ada di hadapan sendiri, dan kita bisa leluasa menyentuhnya? Rasanya luar biasa! Apalagi, jenis batu yang siap disentuh ini tak seperti batu yang dilihat sehari-hari di jalanan. Tapi, adalah batuan tua dan, konon, merupakan alas Pulau Jawa yang berumur lebih dari 120 juta tahun.. Wow!

karsam1Karangsambung, tempat yang saya kunjungi kali ini merupakan laboratorium alam dan monumen geologi yang letaknya di daerah Pegunungan Serayu Selatan, Jawa Tengah.

Kawasan yang telah mengalami pengerosian ini, luasnya sekitar 300 Kilometer persegi. Jalan menuju lokasi, yaitu sekitar 19 Km utara Kebumen, beraspal, datar walaupun sedikit berkelak-kelok mengikuti Sungai Luk Ulo yang berada di sebelah Baratnya. Kalau dari terminal kebumen bisa menggunakan angkutan umum dua kali pindah, ongkosnya sekitar Rp. 5000-7000 an,- per orang.

Asyiknya sih memang bawa kendaraan sendiri. Tapi hati-hati, biasanya dari arah berlawanan sering ada truk jumbor yang mengangkut batang-batang bambu besar yang baru dipanen. Mungkin karena sudah terbiasa, pak supir truk itu bisa dengan tenang ngebut membawa angkutannya. Sementara, kita sebagai pendatang, jadi was was menghadapi ‘rally’ bermuatan ‘berat’ itu.

Nah, kalau para supir truk itu sudah lewat, kita bisa menikmati panorama alam di sekitarnya. Sebelah barat tadi ada sungai Luk Ulo. Airnya jernih, rasanya ingin nyebur saja ikut berenang dengan para penduduk yang tampaknya juga asyik menikmati beningnya air sungai itu. Sayang, di beberapa tempat di sungai itu, terlihat ada aktivitas `panen` pasirnya. Sedih juga, kalau dibiarkan tentunya bisa mengganggu keseimbangan alam di sekitarnya.

Ketika pertamakali mendengar Karangsambung, (more…)

Read Full Post »