Feeds:
Posts
Comments

Ini bukan acara menikmati sebuah tempat, tapi kisah tentang nikmatnya udang goreng di sebuah pelabuhan saat menunggu giliran ‘boarding’ ke kapal untuk menyeberangi Selat Alas dari Pulau Sumbawa ke Lombok.

Kisahnya berawal, saat menunaikan perjalanan ke Pulau Sumbawa. Kota Taliwang, sebuah kota biasa saja seperti kota-kota lainnya yang baru diupgrade dari kota kecamatan menjadi kabupaten. Belum ada hotel berbintang atau pun cafe tempat hangout. Tapi, atmosfirnya sungguh damai. Jalan-jalannya bersih, tak ada sampah terserak. Meski saat itu belum beraspal seluruhnya, suasana cukup resik. Menuju daerah pantainya, ombaknya itu wah tinggi sekali..pas banget kalau mau surfing. Konon, ombak di sekeliling Pulau Sumbawa ini termasuk yang terbaik di dunia untuk berselancar. Penduduk setempat menyebutnya ombak yoyo, wew asyik juga tuh. Sayang, sepertinya masih belum ada pengusaha yang tertarik mengembangkan wisata di sana.

Yang pasti saat itu, perut saya selalu lapar. Untung ‘guide’ nya mengerti. Akhirnya dibawalah saya ke sebuah rumah makan yang cukup terkenal di sana(sayang namanya tak saya catat). Di sana saya disuguhi sepat ikan. Bukan ikan sepat yang asin itu, tapi Continue Reading »

Pulau Bacan

Senin siang di suatu pekan, langit cerah menaungi Kepulauan Gurua Ici di Halmahera Selatan , Maluku Utara. Pelan-pelan Kapal Halsel Express 1 yang saya tumpangi merapat di dermaga Desa Leilei, Kecamatan Kayoa, salah satu kawasan di kepulauan itu.

Disambut tarian adat Soya-Soya dan Togal membuat suasana saat itu mendadak meriah. Desa yang dikenal dengan kue angkak (semacam kue lumpur yang ditaburi kenari) kini dijadikan salah satu kawasan wisata di Halmahera Selatan atau Halsel ini.

Tak jauh dari Desa Leilei, memang telah dibangun beberapa cottage kayu dengan desain tradisional. Di ‘halaman’nya, selain terhampar pasir putih yang lembut, telah dibangun pula jogging track yang dinaungi pohon nyiur. Tak hanya membuat rindang, buah kelapanya pun bisa dijadikan pelepas dahaga. Yang istimewa, adalah lautnya yang bakal menjadi surga para pencinta snorkeling dan diving. Terumbu karang di kawasan ini masih murni, belum lagi berbagai jenis ikan termasuk ikan napoleon favorit para diver banyak berkeliaran di sini. Lengkap sudah.

Daerah wisata laut Continue Reading »

Rahai’i Pangun

Susur sungai memang eksotis. Apalagi di pedalaman hutan menggunakan perahu kayu yang lengkap dan nyaman. Raha’i Pangun, perahu kayu berukuran 20 x 6 meter itu salah satunya. Memang bukan cuma perahu biasa tapi layaknya sebuah cruise meski bukan di laut lepas tapi di sepanjang Sungai Kahayan, Kalimantan Tengah.

orang utanInteriornya lumayan asyik, saya dan rombongan bisa sarapan pagi sampai dinner hasil olahan koki keluaran sekolah perhotelan. Asyiknya sambil makan itu, kita bisa menyaksikan juga para orang utan makan sambil bergelayutan di cabang-cabang pohon atau di panggung kayu yang dibuat khusus oleh petugas lingkungan yang secara rutin membawa buah-buahan untuk si orang utan ini. Alasan adanya petugas itu sih, karena persediaan makanan di area hutan di Pulau Bapalas itu memang kurang memadai lagi buat populasi mereka.

Menyusuri sungai yang satu ini memang seolah menembus benteng antara kota yang bising suara mesin dan sebuah lingkungan yang hiruk dengan suara-suara alam. Meski air tak jernih karena tanah gambut, tapi lingkungan di sekitar sungai itu menarik hati. Selain komunitas orangutan tadi, ada juga jenis kera berbuntut panjang, bekantan, owa, beruang madu (cuma gak sempat muncul ke pinggir sungai ni hewan). Tapi yang beruntung salah seorang teman, sempat melihat macan dahan turun ke pinggir sungai untuk minum. Sayang sejenis kucing ini segera lari saat Rahai’i pangun lewat. Di sungai ini juga sesekali muncul mulut ikan gabus. Hemmm

Continue Reading »

Bitung dan Laut

Pertama kali mendengar Bitung, asumsi saya langsung klik dengan kata panas dan ruwet. Yaahh kota pelabuhan, di mana-mana bukankah seperti itu? Belum lagi bau ikannya. Hmmm…amissssssss.

Tapi ketika kaki sudah beranjak ke sana, imej itu langsung berubah. Kotanya bersih, meski masih panas, tapi penghijauan sudah ada di mana-mana. Dan yang asyik, tentu saja urusan ‘jalan-jalan’nya’. Di sini apalagi bukan wisata laut. Maklum lah, Kota Bitung, itu disebut juga sebagai gerbang Sulawesi Utara, karena lokasinya di pinggir laut, tepat, juga karena memiliki pelabuhan yang bakal berfungsi sebagai pelabuhan internasional.

tarsiusSatu lokasi ‘jalan-jalan’ yang kemudian menjadi favorit saya adalah Pulau Lembeh. Lokasinya membentang di selatan kota Bitung. Dipisah oleh Selat Lembeh, Pulau Lembeh menjadi salah satu objek wisata unggulan di Kota Bitung. Di sana ada 8 resort yang bisa dipilihj. Setiap resort memiliki keunikannya tersendiri. Ada yang memiliki ‘akuarium laut’. Yaitu, jika air pasang, dengan hanya menebar remahan roti, aneka ragam ikan segera ‘menyerbu’. Pengalaman unik yang tak terlupakan, saat ikan-ikan itu dengan manja menyentuh ujung jari saya yang nyemplung ke laut. Geli tapi asyik…

tarsiusAda juga Lembeh Resort. Di atas tanah 9 hektare, dengan topografi landai dan berbukit berdiri 12 cottage dengan desain arsitektur tradisional dan modern berfasilitas bintang lima. Teristimewa adalah panorama ‘halaman’ resortnya yang memiliki keindahan bawah laut menakjubkan. Tak heran kalau para tamunya didominasi penyuka keindahan bawah laut. Hampir berbagai jenis ikan dari seluruh dunia ada di sini. “Bahkan ikan purba, coelacanth pun pernah ditemukan di perairan Sulawesi Utara ini.

Continue Reading »

F1

Ah, bosan, ngapain nonton sliweran mobil? Apa asyiknya? Mendingan cari anggrek di hutan Irian. Begitu otak saya ‘protes’ ketika pertama kali dapat tugas nonton F1 di Sepang Malaysia. Siapa sih Kimi, Hamilton, Massa, ALonso? Ahh, paling para lelaki yang taunya cuma mesin mobil, wangi, glamour. Tak menarik..

PEndapat itu semua bubar saat saya sudah duduk di kursi penonton dan Kimi sang pemenang menarik tutup botol Champaigne kemenangan.

Atmosfir nya sungguh luar biasa, sangat beda ketika kita melihatnya melalui televisi. Adrenalin yang naik turun saat jagoan kita melorot posisinya di lintasan gara-gara kelamaan ganti ban di pit stop, dan riuh tepuk tangan saat mobilnya melintas di depan kita.. waahhhhhhhh seru!! (mirip serunya saat menyeberangi sungai yang banyak buayanya)

BErbagai seru lainnya juga terpotret jelas di sini. Para penggila Ferrari misalnya, semua berkostum merah sampai ikat kepalanya. Dan mereka tak malu-malu mengekspresikan kemenangan juaranya dengan berbagai aksi, termasuk jadi model foto dengan berbgai pose. Bahkan demi menyaksikan kemenangan itu, sang bayi pun ikut dibawa nonton serta diberi kostum merah pula. Busyet… Untung saja Kimi tak menyia-nyiakan pengorbanan pengagumnya itu dengan berhasil naik podium di no 1.

Di belakang tempat duduk saya, rupanya ada sekelompok pengagum FErnando ALonso dari tim Renault. Meski tim-nya ini tak maju ke podium, mereka tetap menggaungkan nama si pembawa mesin.. ALooooonssooo…Aloooonnnssooo…. Wuihh…

Saya pun geli, saat teman Continue Reading »

Halmahera

Laut, itulah yang ada dalam benak saya jika terucap kata Indonesia Timur. Gulungan ombaknya, ikan-ikannya, dan daerahnya yang pasti tak sesejuk udara Bandung kota kelahiran saya.

tarsius“Datanglah ke Ambon, nanti Om bawa kamu keliling bandaranaira, cari ikan-ikan karang warna warni di pantainya, terus nanti kita bakar ikan cakalang yang besar,” ujar salah seorang adik ibu yang tinggal di Ambon. Ucapan itu selalu terngiang , tak sadar, sayapun diam-diam menyimpan obsesi untuk datang ke sana. Diam-diam saya pun mencintai laut, meski takut ombaknya. Diam-diam saya pun menyukai ikan bakar, meski sate tetap jadi favorit. Diam-diam saya pun selalu mencari ikan kecil warna warni itu jika main ke pantai.

Tapi, sepertinya belum afdol jika belum ke tempat yang diceritakan Om saya itu, Indonesia Timur.

Beberapa kesempatan berkunjung ke daerah timur, saya hanya sempat ke kawasan Irian, Continue Reading »

Sabtu pagi awal Februari, akhirnya pesawat Wings Air mendarat juga di Bandara SUltan Baabulah, Ternate. Hemmm.. tak pernah saya selega ini mendarat di bandara yang tak begitu luas dan hanya didarati pesawat kecil ini. Seharusnya saya tiba di Ternate sore kemarinnya. Karena cuaca buruk, akhirnya semua penumpang transit menuju Ternate ‘parkir’ dulu di sebuah hotel melati dekat Bandara Sam Ratulangi, Manado. Meski begitu, beruntung juga karena cuaca inisaya bertambah teman. Ada dosen terbang dari Surabaya, konsultan kapal juga dari SUrabaya, juga salah seorang protokol Pemda Kota Ternate.

Dari Bandara, saya langsung menuju pelabuhan laut menuju Kota Jailolo di Halmahera Barat. Dengan serba terburu-buru, memburu kapal yang menyeberangkan sepagi mungkin, saya masih sempat beli nasi kuning dicampur ikan yang sudah dipipil. Lumayan untuk sarapan. Dan memang terasa sedap sekali nasi kuning itu, panas kombinasi ikan yang gurih dan sedikit manis pedas, cukup menghangatkan perut yang krubukan. Suap demi suap masuk ke perut, terasa nikmat, apalagi pemandangan kehidupan masyarakat Halmahera sebagian terpotret jelas di kapal ini.

Ada bapak dan ibu mengenakan batik motif hewan sambil menggendong anaknya duduk di sebelah saya. Rupanya mereka akan menghadiri pesta pernikahan kerabatnya di Kecamatan Jailolo. dua baris di depan saya ada ibu-ibu berkain kebaya sedang asyik menikmati aksi Video Klip Ariel Peterpan yang sedang loncat-loncat dengan Dian Sastro. Di belakang saya terdengar ramai ceoltehan anak-anak muda, entah apa yang diobrolkan. Bahasa daerahnya terasa cepat sekali terdengar di telinga saya. Di sisi lain sepasang suami istri juga bersama anaknya sedang sibuk menidurkan sang anak yang sedikit teler. Tak lama, usai sang anak tidur, dan daun pembungkus nasi kuning saya simpan di kantung sampah, akhirnya kami ngobrol.

Dari ibu itu, saya tahu Jailolo adalah penghasil Continue Reading »