Potongan pisang goreng hangat itu sungguh nikmat di lidah. Kombinasi rasa gurih dan manisnya seolah melenakan indera perasa. Belum lagi teh hangat yang disajikan dalam cangkir porselen tua. Di depan mata terhampar aneka bunga cantik warna warni di sebuah taman yang tertata rapi. Nun jauh di seberangnya tampak Gunung Lokon yang masih dikenal aktif ini menjulang gagah. Siang menjelang sore itu seolah mendinginkan kepala yang ‘panik’ menyusuri jalanan berliku menuju kawasan yang terletak 22 kilometer di sebelah selatan Manado dengan ketinggian 700 hingga 1200 meter di atas permukaan laut ini.
“Welcome to Gardenia County Inn,” ujar Leonard dan Bernadeth Ratulangi dengan wajah penuh senyum. Mereka inilah pemilik tempat indah yang dibangun menjadi resort sejak 1990 ini di Tomohon. Konsep alami dengan asesoris langsung dari kebunnya, membuat Gardenia Country Inn berhasil menghadirkan suasana rumah pulang yang mendamaikan. Kini ada 14 bungalow yang dibangun dari kayu tersebar di tamannya yang indah itu. Masuk ke kamarnya, kasurnya terbungkus kain putih bersih, kelengkapan kamarnya pun seolah tinggal di hotel berbintang lima. Istimewanya, di setiap kamarnya ada toples berisi kue nanas dengan kismis di atasnya buatan sang pemilik. “Karena kue ini, saya dikenal sebagai pineapple cookies’s lady,” ujar Bernadeth tertawa.
Padahal tak hanya dengan kue itu para tamunya dimanjakan, semua hidangan yang disajikan untuk sarapan sampai makan malam dibuat dengan resep keluarga. Bahan-bahannya pun organik, diambil langsung dari kebun di halamannya. “semua tumbuhan ditanam tanpa pestisida,” kata perempuan yang masih enerjik di usianya yang sudah lewat 60 tahun ini.
Dari sini juga Anda bisa menikmati objek wisata lain di Tomohon. Jika pada Sabtu, Anda beruntung bisa menyaksikan hari pasar yang menjual aneka hewan, dari tikus ekor putih, sampai ular phyton. Pasar Tomohon ini memang cukup unik dan ekstrim. Di sinilah Anda bisa mendengar suara anjing meraung menunggu giliran dipilih konsumen. Di sudut lain bergelantungan paniki, kelelawar yang dijual Rp 25 ribu per ekor. Sabtu 9 Agustus lalu, Pak Jhoni, beruntung kios dagingnya berhasil mendatangkan empat ekor ular phyton. Pembeli sudah antri mendapatkan daging yang dijual Rp 30 ribu per kilogram ini. Jika Anda penggemar santapan ekstrim, boleh jadi pasar ini adalah surganya.
Jika tidak? Tenangkan hati dengan menikmati pesona Danau Linow, sekitar 30 menit perjalanan dari pasar tadi. Jika matahari bersinar terang, Anda bisa menyaksikan kejaiban alam yang terefleksikan pada tiga warna yang muncul di danau tersebut. Hijau, biru, dan merah. Indah! Entah dari mana munculnya ketiga warna itu. Konon karena kadar belerangnya juga aneka tanaman yang tumbuh di sekitarnya.
Tak jauh dari kawasan itu ada kawasan wisata Hutan Pinus Lahendong. Deretan pohon pinus sangat romantis, tumbuh di tanah yang putih karena ada sumber belerang di sekitarnya. Selain kita bisa melihat danaunya ada juga tempat permandian yang dipercaya bisa menyembuhkan aneka penyakit kulit. Jika tahan dengan bau belerang, di sini juga Anda bisa menggelar acara seperti reunian dengan teman sekolah. Di dalamnya memang disediakan semacam saung dari bambu berkapasitas sekitar 20 orang, dilengkapi dengan tempat semacam dapur untuk memasak atau barbeque.
Menikmati kawasan yang penuh bunga ini sebetulnya cukup menegangkan. Kenapa? Karena harus berlomba dengan kabut. Ini dialami juga saat menikmati Desa Wisata Temboan. Dari puncak Bukit Temboan jelas telihat hamparan kawasan agrowisata Rurukan yang hijau dan di seberangnya tampak Gunung Kelabat dan Dua Sodara tampak melambaikan puncaknya. Tapi pemandangan memesona itu hanya sekejap, karena dalam hitungan detik sudah tertutupi kabut putih. Jika tak sigap, hilang sudah objek jepretan kamera, kecuali Anda mau menunggu dengan sabar kabut itu pergi. ”Yah, paling cepat 30 menit lah,” ujar sang penjaga gereja di puncak bukit itu.
Masih banyak yang bisa dikunjungi di kawasan Tomohon yang lokasinya berdampingan dengan daerah Minahasa ini. Ada kawasan yang disebut Amfi Theater, kawasan yang memiliki theater tempat pertunjukkan seni budaya juga tempat Waruga, yaitu makam khas nenek moyang masyarakat Minahasa yang dimakamkan secara duduk. Lokasi ini juga menyimpan harta karun para nenek moyang yang terlepas dari waruga nya saat penggalian kembali. Dari bentuk perhiasan seperti cincin bediameter hampir dua kali lingkar jari normal, konon nenek moyang masyarakat Minahasa ini berukuran besar. Ukuran ini direfleksikan pada dua sosok patung berkostum tradisional yang berdiri menjaga kawasan tersebut.
Satu tempat yang tak boleh dilewatkan adalah Danau Tondano. Gelombangnya berayun kencang digerakkan angin barat yang saat itu bertiup cukup kencang. Di kawasan ini, Anda bisa menikmati aneka masakan ikan emas, nikei yang hanya bisa didapatkan di danau ini. Kawasan ini pun menarik menjadi objek fotografi, selain dikelilingi rumah adat, juga pohon palem berjejer membentuk garis eksotis dan elegan di tepi danau.
Eksotis dan damai memang pas menggambarkan kawasan pegunungan di Manado ini. Potongan terakhir pisang goreng sepatu khas Manado itu pun akhirnya tamat nasibnya di lidah ini. Sambil duduk, memandang Gunung Lokon yang tetap gagah meski diselimuti awan, tangan tak henti mengusap kelopak bunga yang tumbuh di beranda Gardenia Country Inn . Tanpa bunga, tanpa keramahan apa jadinya kawasan ini?
Akan sangat menarik kalau bunganya bukan hanya sedap dipandang mata, tapi juga dijadikan komoditi ekspor. Pasti bisa menguntungkan petani bungan disana. Btw puasa gak selama jalan2 disana?
kok nggak da fotonya???
wah kayaknya pemandangannya indah,, tapi kurang seru klo ga ada fotonya..
sabar-sabar..nanti fotonya saya update yakk… (masih ada di kamera blm ditransfer ey)
Keliatannya indah bgt….
Hmmm…
Nyaman dan tentram, ketika saya membaca posting ini….
saat membaca terbayang suatu tempat yang menenangkan hati.. ingin rasanya ikut kesana..
btw, dipasar hewan itu ada lynx nggak?
photo-photonya nggak ada ya?
jadi penasaran ma lokasinya !?!?!
skreen sutnya dunks
skrinsutnya dong om…penasaran neh
—–> Eit ada yg manggil Om nih..
) … sabarrrrrrrrr yaaaaaaaa… blm sempet mentrasfernya
Puitis kali adik ini bertutur, jadi terbayang-bayang romantisnya suasana di sana, subhanallah… Hayo nabung nabung
!ya nih… mana fotonyaaaaa……
pengen lihat…mudah2an suatu hari sampe kesana…
–> thx udh mampir, mana URL nya??
sekali mebaca jadi terbayang….
halo..halo..ini skrin sutnya sdh terpasang (akhirnyaaaa..) hanya dua pictures.. mudah2an bisa mewakili ceritanya.. Di pasar extrim ada Lynk?? hmmm.. kalu ada pasti udah saya beli hidup-hidup.. hehe…
BTW selamat Lebaran semuanya ..mohon maaf lahir batin..
wagh..mantap yaks….
btw, met lebaran yaks
hemmm….hanya bisa membayangkan
Met Lebaran yah, mohon maaf lahir bathin…
penjelasannya detail…saya pernah kesana, namun tidak bisa melukiskannya seperti ini,,..,..salam
itu fotonya lagi mendung ya??
teduh n sejuk ya
hmmmmmmmm
indahnya
tomohon memang indah, aku pernah kesana beberapa bulan lalu, cuacanya juga dingin dan sejuk, tiap rumah di sepanjang jalan ada tanaman bunganya, thanks ya
keren, jadi pengin main ke sana!
Numpang Comment… hehehe
WAH, JADI PENNGEN MAEN KESANA…
BISA BRITAU BERAPA BIAYA YANG DIPERLUKAN???
MAKASIH