Meski sudah kesekian kalinya ke tempat yang satu ini, Taman Nasional Bunaken tetap saja menawan. Saat perahu menyeberangkan saya dari Pelabuhan Manado menuju Pulau Bunaken, saya teringat tulisan seorang fotografer bawah air, MIchael AW, dalam bukunya “Beneath of North SulaweSea” tentang keindahan alam Sulawesi Utara. Katanya petualangan di bawah laut di Sulawesi Utara masuk dalam daftar pertama yang harus dikunjunginya selain Antartica, Great Barrier Reef di Australia, Malalives, Galapagos, bahkan Fiji . “There are still a great many places to venture on my list but North Sulawesi will always be the top of my list. It is where my hearth remains,” tulisnya.
The pinnacles are covered in entirety with orange, pink, yellow, maroon, red soft corals, sponges, tunicates and sea fans. The colours are simply mind blowing absolutely a surreal experience . “It s like the gardens of Babylon.”
Begitu dia memperkirakan indahnya bawah laut SUlawesi Utara itu. Meski belum pernah mendatangi negara yang tersohor keindahannya itu, tapi dia yakin bahwa taman di ranah Babylon tersebut seperti yang ada kini di laut Sulawesi Utara. Hemmm
Surga laut di Sulawesi Utara ini tersebar di berbagai kawasan. Dari Pulau Bunaken, Manado Tua, Siladen, Nain, yang dikenal sebagai kawasan Taman Nasional Bunaken. Lalu ada Pulau Lembeh, Banka, Biaro, Ruang, Siau, Mahengetang, dan Sangihe. Masing-masing memiliki keunikan sendiri.
Di Pulai Nian, misalnya aa hamparan kebun salad, yaitu karang laut berbentuk lettuce (lettuce path). Melaju ke ke Pulau Banka ada terumbu karang menyerupai seperangkat perhiasan dengan warna warni cantik.. Aiihh..Terbayang jika ‘perhiasan’ penuh ukiran dengan warna warni biru, kuning, maroon, dan oranye itu menghias di leher atau pergelangan tangan..Wuihh… Dan simaklah celah di antara cabangnya. Ikan kecil warna warni mengintip malu-malu di sana… Enggan sekali beranjak dari sana.
Jika saja ada waktu, rasanya ingin segera meluncur ke kawasan Magengetang, Sangihe. Konon ada
terumbu karang berbentuk susunan kelopak-kelopak besar menyerupai bunga mawar. Di Ruang Island sekelompok terumbu karang yang bercabang panjang menyerupai pepohonan membentuk hutan (primeval forest). Dengan kombinasi warna oranye, cokelat dan hijau di dasarnya membuat ‘hutan’ itu sangat eksotis.
Di Pulau Lembeh, pemandangannya lain lagi. Di sini Anda bakal melihat banyak ikan kecil dengan bentuk dan warna aneh. Angle’s Widow misalnya, putih berbintik merah cerah, bentuknya menyerupai kuda laut. Ada juga flying solo, ikan berukuran kecil dengan kombinasi warna kuning, hijau, biru di tubuhnya, bentuk kepalanya juga menyerupai ikan jadul dengan tulang hidung tinggi. Di kawasan ini juga pertamakali ditemukan ikan purba, coelacanth atau latimeria menadoensis. Konon hewan ini hidup pada jaman 100 tahun sebelum abad Jurassic.
Begitu banyak spot yang bisa dilihat, belum lagi ikan lumba-lumba, hiu, pari, juga penyu. Jika sore menjelang, naiklah ke atas atap kapal. Arahkan wajah Anda menuju Pulau Manado Tua. Simaklah pelan-pelan saat matahari beranjak ke peraduan. Semburat warna merahnya begitu menakjubkan. Pendaran warna merah yang semakin pudar seolah mengawal Manado Tua menuju malam.
Pemandangannya seolah melupakan sejenak kemewahan dasar laut yang baru saja ternikmati. Berburu sunset di kawasan ini, seperti melengkapi perjalanan menjelajah alam Sulawesi Utara secara menyeluruh. Tuntas..

Asyik banget mbak Ammar udah ke Manado. Kemarin liburan sebenarnya sempet merancang ke sana, tapi krn sepasukan ceria begini, lumayan deh budgetnya, hehe… Makasih ya ceritanya, insya Allah taon dpn ah, nabung dulu ;p
selamat bverburu mba’
wah segitunya ya bunaken, waktu snorkeling di pulau pecang itu kok gak indah ya hehheeehhhe
sunsetnya euy, momen segitu pasti ga lebih dari semenit
mantab…
mbak kl mau dan diijinkan posting ini mungkin bisa diubah kebahasa inggris nanti saya letakkan di web saya yang lain http://visit-java.com
bagaimana? contact me via email. thanks
wahhh….. pengen kesana… tapi kapan…
mbak… kerjanya apa sih? kok asik bener jalan2 terus… ikuuuuuuuuutttttttttttt…..
hu..hu..hu…cerita ma foto2nya bikin daku cemburu
*mbayangin nonton ikan lumba2 dan penyu*
btw, akui baru tahu nih kalo kamu ada blog lain
*ketinggalan nih*
beuh bikin ngiri ajah…
Cara nulisnya … benar-benar bikin iri, sampai sekarang masih belum bisa bikin tulisan yang membuat kita seakan melihat apa yang Anda tulis …
Pemandangannya enak banget, buat nunggu buka puasa nikmat tuh.
Wah, nggak pernah berburu sunset di sini. Kalo di kuta bali pernah.
wakakak.. setuju sama ichanx.. mba kerja apaan yah?? keknya jalan2 terooooos.. hhuhu.. jadi ngiriii..
indah sekali pantainya…
ah! ingat menado,jadi ingat saya punya oma di paal dua sana.
hikz,,,pantainya indah banget,,,
jadi mupeng….
Kapan jejak saya nyampe situ *ngikut jejak para pendahulu komen : BIKIN NGIRI AJE !*
keren iah… rizoa nggak pernah liat sunset.. hiks…:(
subhanallah.. gambar sunsetnya indah..
mbak, kirimin dong, buat wallpapper…
photo ikan-ikan ama terumbu karangnya nggak ada ya?
hopefully we’ll back to bunaken by this end of the year. kami kangen sama atraksi lumba-lumba di laut terbukanya. dan underwater world nya …. ah tiada terkatakan, sis
cukup 1 kata
keren !!
ikuuuut..
ngiri deh…