Susur sungai memang eksotis. Apalagi di pedalaman hutan menggunakan perahu kayu yang lengkap dan nyaman. Raha’i Pangun, perahu kayu berukuran 20 x 6 meter itu salah satunya. Memang bukan cuma perahu biasa tapi layaknya sebuah cruise meski bukan di laut lepas tapi di sepanjang Sungai Kahayan, Kalimantan Tengah.
Interiornya lumayan asyik, saya dan rombongan bisa sarapan pagi sampai dinner hasil olahan koki keluaran sekolah perhotelan. Asyiknya sambil makan itu, kita bisa menyaksikan juga para orang utan makan sambil bergelayutan di cabang-cabang pohon atau di panggung kayu yang dibuat khusus oleh petugas lingkungan yang secara rutin membawa buah-buahan untuk si orang utan ini. Alasan adanya petugas itu sih, karena persediaan makanan di area hutan di Pulau Bapalas itu memang kurang memadai lagi buat populasi mereka.
Menyusuri sungai yang satu ini memang seolah menembus benteng antara kota yang bising suara mesin dan sebuah lingkungan yang hiruk dengan suara-suara alam. Meski air tak jernih karena tanah gambut, tapi lingkungan di sekitar sungai itu menarik hati. Selain komunitas orangutan tadi, ada juga jenis kera berbuntut panjang, bekantan, owa, beruang madu (cuma gak sempat muncul ke pinggir sungai ni hewan). Tapi yang beruntung salah seorang teman, sempat melihat macan dahan turun ke pinggir sungai untuk minum. Sayang sejenis kucing ini segera lari saat Rahai’i pangun lewat. Di sungai ini juga sesekali muncul mulut ikan gabus. Hemmm
kalau saja ikan itu berhasil ditangkap, mungkin dikluwek enak juga ya… hehe…
Kalau Capek memperhatikan kawasan hutan, cobalah sesekali menengok awan di atas. Nahh di atas sana pemandangan tak kalah seru, sekali Elang Kalimantan atau orang lokal menyebutnya ‘Antang’, yang pundak/lehernya berbulu putih itu muncul dengan gagahnya. Wuiiiiiiiiii.
Yang menarik, saat pindah ke perahu kecil. Ini karena saya bisa berselancar menembus ‘jalan tikus’ di sungai itu menuju danau-danaui kecil di sekitar sungai, termasuk Danau Tahai. Serunya melewati cabang-cabang pohon yang melntang dalam jarak pendek, sehingga terpaksa kita haru s sedikit membungkuk agar tidak ketanggor. Hmmm untunglah kepala ini bertopi, saya takut saja, kalau tiba-tiba ular yang sedang istirahat di cabang pohon itu tertarik dengan rambut saya yang wangi baru di cuci..hehe…
Di sepanjang sungai itu juga kita bisa mampir ke desa dayak… Tapi, untuk yang satu ini saya lebih tertarik mengunjungi desa dayak di Kalimantan Timur. Menurut saya di sana atmosfir suku dayaknya masih kental. Entahlah..
Perjalanan yang bisa menghabiskan waktu seharian ini, cukup penat tapi mengasyikkan. Satu hal yang mengganjal pikiran saya, pengelola Rahai’i Pangun ini adalah dua orang sahabat Lorna dan Gaye, Yang satu orang Inggris yang satu lagi saya tidak tau dari mana (saat saya datang tidak ada soalnya tapi yang pasti bule juga). Mereka sudah lama tinggal di Indonesia, memang. Banyak terlibat dengan NGO yang memberdayakan masyarakat lokal di sana. Lorna juga seorang antropolog.
Di satu sisi saya kagum dengan mereka berdua. Berhasil menciptakan suatu bentuk pariwisata dengan memberdayakan lingkungan tanah Kalimantan Tengah. Di sisi lain, saya berpikir, kemanakah pengusaha wisata kita???
Aih… Rahai’i Pangun…
(o iya… seperti biasa saya selalu malas mentransfer hasil jepretan saya ini ke komputer. Belum sempatt.. foto yg saya pasang ini saya ambil dari http://www.wowborneo.com. Silahkan melihat juga di sana siapa tau tertarik dengan paket wisatanya. atau siapa tau mau bikin wisata serupa
)
waaaa pengennnnn…
wisata alam memang asik…
—>> ayoo dong ke sana..,. tinggal naik perahu kok
Lho, yang memberdayakan tanah Indonesia, si bule ?
Salam kenal
kakanda
–> yaa.. tapi gpp sepanjang untuk kepentingan daerah sekitar. APalagi mrk juga memberikan kredit ringan untuk penduduk setempat yang berminat dlm usaha kecil. Contoh yang bagus utk para pengusaha Indonesia. Melestarikan lingkungan dan memberdayakan pend sekitarnya. Thx udh mampir ya..
Wah.. seru banget… jadi pingin ikutan, kapan2 ajak2 ya…..
–> ayooo..naik perahu kecil.jangan lupa bawa topi ya..ntar dipatuk ular hehe
weh… semacam pengen…
—> pasti pengenn dehh…
kalimantan ya ? duh jadi rindu ama kalimantan
–> lahh asal dari kalimantan toh?
maap mbak, link nya udah bisa, silahkan masuk lagi..
BTT
fotonya kayak pernah tau..
–> fotonya memang diambil dari http://www.wowborneo.com ada kok catatannya di atas itu..
Tampaknya perjalanannya asyik ya…
Kapan ya..??
saya bisa ikut ke sana..???
–> ayooo bikin jadwalll..
ini tanah surga yang bernama Indonesia
–> yaa.. Indonesia itu surga dunia, kalao dikelola bagus dan benarrr (gemess ni soal yg satu ini)
asyiknya menikmati bukti keagungan Tuhan
-–> alhamdulillah
tapi kok skrinsut nya monyet ? ada hubunganya ya ?
—> lahhh rahai’i pangun kan bisa jadi tempat yg sip buat nonton orangutan..
aih… ngiri…
mbak susan jalan2 terus…
—>
seneng lihat bunda ngiri,…. hehe</em>
pengusaha kita? sibuk kerjasama dengan cukong kayu malaysia untuk mengirimkan kayu ilegal… hehehe
—-> gak ikut motongin kayu kannnnn..??
hihihi ada pota na olang utan
—>
paling senang memang yg namanya wisata alam. rasanya adem,,,,,ilangin stres..
apakah ini dekat dengan danau yang airnya berwarna hitam dan kering ketika kemarau?
wah, tulisanmu ini sangat renyah. aku jadi pingin naik di perahu itu, menyusuri sungai sambil nulis puisi.
hehuehue…nama blognya mirip
kirain nama monyetnya sesuai judul artikel .. hehehe
ternyata …
btw ammar junior nggak diajak main ..??
duh.. dari bacaannya kayanya indah gitu.. tapi akan lebih berasa indahnya kalo ada skrinsutnya (selain orang utan) dan pastinya akan lebih kerasa kalo ridu jalan2 kesana.. hehehe..
kalimantan gitu hehe , duuh orangutan tuh lucu banget yah, padahal gede bebulu gitu tapi luucuu hehee apalagi yang kecill huhuuuu pengen ngegendong!! argghh!!
okeeeeh berarti klo mo kesana lg ada yg bisa dijadiin guide nih ehhehe..,. *ngareeppp*
jadi pengen ke sana nih
waa jadi pengen…
btw kok diriku baru tw ya, klo dirimu ad blog lain slain yg kucingkeren.. *garuk2 pala*
Somehow i missed the point. Probably lost in translation
Anyway … nice blog to visit.
cheers, Turner!!!
aku minta dong semua hasil jepretannya???
ditunggu yak.