Pertama kali mendengar Bitung, asumsi saya langsung klik dengan kata panas dan ruwet. Yaahh kota pelabuhan, di mana-mana bukankah seperti itu? Belum lagi bau ikannya. Hmmm…amissssssss.
Tapi ketika kaki sudah beranjak ke sana, imej itu langsung berubah. Kotanya bersih, meski masih panas, tapi penghijauan sudah ada di mana-mana. Dan yang asyik, tentu saja urusan ‘jalan-jalan’nya’. Di sini apalagi bukan wisata laut. Maklum lah, Kota Bitung, itu disebut juga sebagai gerbang Sulawesi Utara, karena lokasinya di pinggir laut, tepat, juga karena memiliki pelabuhan yang bakal berfungsi sebagai pelabuhan internasional.
Satu lokasi ‘jalan-jalan’ yang kemudian menjadi favorit saya adalah Pulau Lembeh. Lokasinya membentang di selatan kota Bitung. Dipisah oleh Selat Lembeh, Pulau Lembeh menjadi salah satu objek wisata unggulan di Kota Bitung. Di sana ada 8 resort yang bisa dipilihj. Setiap resort memiliki keunikannya tersendiri. Ada yang memiliki ‘akuarium laut’. Yaitu, jika air pasang, dengan hanya menebar remahan roti, aneka ragam ikan segera ‘menyerbu’. Pengalaman unik yang tak terlupakan, saat ikan-ikan itu dengan manja menyentuh ujung jari saya yang nyemplung ke laut. Geli tapi asyik…
Ada juga Lembeh Resort. Di atas tanah 9 hektare, dengan topografi landai dan berbukit berdiri 12 cottage dengan desain arsitektur tradisional dan modern berfasilitas bintang lima. Teristimewa adalah panorama ‘halaman’ resortnya yang memiliki keindahan bawah laut menakjubkan. Tak heran kalau para tamunya didominasi penyuka keindahan bawah laut. Hampir berbagai jenis ikan dari seluruh dunia ada di sini. “Bahkan ikan purba, coelacanth pun pernah ditemukan di perairan Sulawesi Utara ini.
Selain laut, wisata darat di Bitung pun asyik dilakukan. Ada Taman Nasional Tangkok. Di sini ada berbagai jenis satwa endemik, seperti Burung Maleo, Monyet Pantat Merah, Tarsius (monyet terkecil di dunia). Sayang, hewan langka ini agak sulit ditemukan karena sering bersembunyi di area tertentu di tengah hutan. Tapi, jangan khawatir, kalau penasaran dan tak punya banyak waktu mencari hewan langka itu di Hutan Tangkoko, ada pilihan menarik. Yaitu sebuah tempat penangkaran di daerah Bitung Timur yang oleh penduduk di sekitar tersebut disebut Kebun Binatang. Berbagai hewan unik ada di sana. Antara lain, ular Phyton seberat 214 Kg, dengan panjang 6,7 meter dan diameternya 25 cm. Juga elang bondol, buaya, sampai monyet pantat merah serta tarsius ada di sana. Area yang berada di tengah kebun kelapa ini milik pasangan Mika dan Imam. Mika atau lengkapnya Jeffalin Mika Gumolang SH , adalah sosok yang pada 1994 memperoleh penghargaan Kalpataru dari Presiden Soeharto dalam kapasitasnya sebagai pelestari satwa.
Di tengah kota di kawasan Kelurahan Dano Wudu, Bitung Utara, ada Hutan Kota seluas 17,5 Hektar. Selain terdapat hewan langka, ada sekitar 300-an jenis kayu tumbuh di sini. Masuk ke dalam, terdapat area perkemahan. Masih di area Hutan Kota ada mata air dari batu yang menjadi sumber air seluruh kawasan Bitung.
Selebihnya, tata kota yang serba bersih dan cantik karena ditumbuhi tanaman bunga pun seringkali menjadi area rileks para pejalan kaki. Bahkan tempat Pembuangan Sampat Akhir (TPA) pun bisa menjadi tempat wisata. Tak heran karena, sistem pembuang sampahnya menggunakan sistem buang tutup, sehingga bau tak sedap tak muncul di area tersebut.
Bitung sepertinya berhasil menghapus imej, bahwa tak selamanya kota pelabuhan itu kumuh, ruwet dan bau.
wah hewannya langka2 yah..
tapi salut deh sama bitung.. keknya jakarta harus banyak belajar dari sistem TPA di bitung..
pengen kesana..
^^
Artikel di blog ini bagus-bagus dan berguna bagi para pembaca. Anda bisa lebih mempromosikan artikel Anda di infoGue.com dan jadikan artikel Anda Topik yang terbaik bagi para pembaca di seluruh Indonesia.telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
http://www.infogue.com
Salam kenal mbak kuchiing..
Mbak presenter jejak petualang ya?, jalan2 trus nih..hehe
fotonya di insert dong mbak, supaya kita2 bisa liat juga!
variety of view in worldwide, it should be made us show the grateful to the creator of this earth..
K
Wew, aku baru denger Kota Bitung. kayaknya lom pernah ada di TV ya ? Ternyata satwanya bagus2 ya
mas mbak ada paket wisata yang gak gratis..he, coba di http://www.kibchome.multiply.com wisata melihat BURUNG GARUDA DI ALAM..
kok aku nggak diajak sih?
hai..hai… thx commentnya ya… Bitung memang ada di utara Sulawesi. Kota yg tadinya –konon- bau skarang segar dan bersih.. peraih penghargaan adipura bbrpkali.. salut untuk Bitung..
ya seharusnya semua pantai bgitu kan
seperti Panai Pangandaran yang indah
oh ini ya blog yg lainnya
—> betul.. jgn bosen mampir ya…
kami baru pulang dari sana, sis …. buat kesekian kalinya bunaken dan tangkoko! ohh, makin cinta indonesiaaaaaa
asik dong di bitung! mau dong alamat penangkaran tarsius yang ada di bitung, sapa tau bisa penelitian disana dengan gratis hehehe buat teman semua ayo kita lestarikan flora dan fauna sebagai aset bangsa ini. hidup konservasi.
enak dung………………………..
Kayaknya kalau soal TPA nggak sehebat itu lah…….konon hanya diuruk menjelang penilaian adipura……secara teknis memang ada saluran buangan gas..sumur limbah…tapi nampaknya tidak terurus. Ada juga bangunan untuk komposter…tapi isi justru tumpukkan pilahan sampah milik pemulung…..tapi secara keseluruhan….Bitung semakin hari semakin bersih…dan asri